Infrastruktur Hijau sebagai Strategi Pelestarian Budaya Jawa di Kawasan Wisata Malioboro

Penulis

  • Khasanah Anggun Melati Universitas Amikom Yogyakarta image/svg+xml
  • Livia Mandacan
  • Mada Santosa

DOI:

https://doi.org/10.33019/9n0w4n29

Kata Kunci:

Infrastruktur Hijau, Budaya Jawa, Pariwisata, Ruang

Abstrak

Malioboro sebagai ikon wisata Yogyakarta berperan penting sebagai pusat pariwisata sekaligus ruang budaya Jawa. Namun, intensitas aktivitas wisata dan modernisasi menimbulkan tekanan pada pelestarian budaya dan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pelestarian budaya Jawa berbasis infrastruktur hijau di Kawasan Malioboro, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis spasial, analisis dokumen kebijakan (RTRW, RTBL, dan RIPPARDA), serta analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan telaah dokumen perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malioboro memiliki potensi berupa jalur pedestrian yang tertata, vegetasi lokal seperti asam Jawa dan gayam, bangunan cagar budaya, serta moda transportasi tradisional ramah lingkungan. Namun demikian, kawasan ini menghadapi permasalahan seperti keterbatasan ruang terbuka hijau, konflik ruang akibat kepadatan aktivitas, hadirnya becak motor yang menggeser ikon budaya, dan risiko degradasi lingkungan karena modernisasi. Analisis SWOT merumuskan strategi penguatan Malioboro sebagai destinasi wisata budaya berkelanjutan melalui optimalisasi kebijakan tata ruang, revitalisasi vegetasi dan ruang publik, pengendalian transportasi bermotor ilegal, serta pengembangan konsep green cultural tourism. Integrasi infrastruktur hijau dan budaya Jawa dipandang penting untuk meningkatkan kualitas ekologis sekaligus memperkuat identitas kawasan.

Referensi

Adnyana, I., & Saraswati, R. (2021). Dinamika ruang publik di kawasan wisata perkotaan: Studi kasus Malioboro Yogyakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 32(2), 145–158.

Bappeda Kota Yogyakarta. (2020). Rencana Induk Smart City Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Bappeda Kota Yogyakarta.

Bappeda Kota Yogyakarta. (2015). Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2015–2025. Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta.

Bappeda Kota Yogyakarta. (2019). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Yogyakarta 2019–2039. Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta.

Bappeda Kota Yogyakarta. (2021). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Malioboro. Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta.

Bappeda Kota Yogyakarta. (2022). Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Malioboro. Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta.

Beatley, T. (2016). Handbook of biophilic city planning & design. Washington, DC: Island Press.

Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2006). Green infrastructure: Linking landscapes and communities. Washington, DC: Island Press.

BPK.go.id. (2015). Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kota Yogyakarta tahun 2015–2025 (pp. 1–26).

Clark, B. C. (2011). AGB for predicting urban growth. In Proceedings of the ISPRS (pp. 200–210). Bali, Indonesia: International Conferences on Remote Sensing, Inc.

Darmayanti, N. (2019). Makna filosofis tumbuhan dalam tradisi Jawa. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

David, F. R. (2011). Strategic management: Concepts and cases (13th ed.). New Jersey: Pearson Education.

Dewi, N. (2020). Local wisdom and green infrastructure planning in Yogyakarta. Journal of Regional and City Planning, 31(2), 143–160. doi:10.5614/jpwk.2020.31.2.4

Dragicevic, S., Terence, L., & Shivanand, B. (2015). GIS-based multicriteria evaluation with multiscale analysis to characterize urban landslide susceptibility in data-scarce environments. Habitat International, 45(2), 114–125. doi:10.1016/j.habitatint.2014.06.031

Equere, E., Ibem, E., & Alagbe, O. (2020). Towards city resilience: The influence of socio-cultural and economic features of housing on population growth in public residential estates. Journal of Regional and City Planning, 31(2), 164–179. doi:10.5614/jpwk.2020.31.2.4

Fall, A. (2019). Green infrastructure and heritage preservation in historic cities: The case of Île de Saint-Louis. Sustainability, 11(6), 1685. doi:10.3390/su11061685

Fran, F., Santosa, H., & Wijaya, A. (2022). Green infrastructure and cultural identity in urban spaces. Environment and Urbanization Asia, 13(2), 271–289. doi:10.1177/09754253221108765

Hansen, R., & Pauleit, S. (2014). From multifunctionality to multiple ecosystem services? A conceptual framework for multifunctionality in green infrastructure planning for urban areas. Landscape and Urban Planning, 125, 56–65. doi:10.1016/j.landurbplan.2014.01.019

Hermawan, B. (2021). Keterbatasan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan padat. Jurnal Lingkungan Perkotaan, 8(1), 55–70.

Jim, C. Y. (2017). Urban green infrastructure: Connecting green spaces for cultural sustainability. Cities, 61, 44–55. doi:10.1016/j.cities.2016.11.007

Kabisch, N., Korn, H., Stadler, J., & Bonn, A. (Eds.). (2017). Nature-based solutions to climate change adaptation in urban areas. Cham: Springer. doi:10.1007/978-3-319-56091-5

Kabisch, N., Qureshi, S., & Haase, D. (2017). Human–environment interactions in urban green spaces: A systematic review of contemporary issues and prospects for future research. Environmental Impact Assessment Review, 50, 25–34. doi:10.1016/j.eiar.2014.02.003

Kumar, P., Debele, S. E., Sahani, J., Rawat, N., Marti-Cardona, B., Alfieri, S. M., ... & Basu, B. (2019). An overview of monitoring methods for assessing the performance of nature-based solutions against natural hazards. Earth-Science Reviews, 200, 102947. doi:10.1016/j.earscirev.2019.102947

MacLeod, N. (2006). Cultural tourism: Aspects of authenticity and commodification. Clevedon: Channel View Publications.

Martokusumo, W. (2012). The philosophy axis of Yogyakarta: Urban heritage and spatial planning. In Proceedings of International Seminar on Urban Heritage Conservation in Asia. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Mell, I. C. (2016). Global green infrastructure: Lessons for successful policy-making, investment and management. London: Routledge.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munawar, A., & Kamulyan, B. (2021). Traffic management strategy for pedestrianization program at Malioboro, Yogyakarta. Journal of Civil Engineering Forum, 7(3), 299–310. doi:10.22146/jcef.61444

Nakamura, H., Yamamoto, Y., & Takeda, T. (2023). Cultural ecosystem services of historic urban green spaces: A case study of Hamarikyu Garden, Tokyo. Urban Forestry & Urban Greening, 81, 127776. doi:10.1016/j.ufug.2023.127776

Nakamura, H., Yokohari, M., & Bolthouse, J. (2023). Integrating cultural heritage and green infrastructure in urban planning: Lessons from Japanese historic cities. Cities, 131, 103930. doi:10.1016/j.cities.2022.103930

Nugroho, A., & Prihatno, H. (2019). Penataan koridor Malioboro berbasis pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 25(3), 223–236. doi:10.5614/jpwk.2019.25.3.5

Nugroho, H. S., & Putri, R. T. (2024). Konsep green tourism dalam penataan kawasan Malioboro. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 19(2), 112–125. doi:10.20961/region.v19i2.92190

Nurhadi, S. (2017). Filosofi pohon dalam budaya Jawa. Surakarta: UNS Press.

Prasetyo, A. (2020). Estetika ruang kota dan tantangan penataan kawasan wisata. Jurnal Arsitektur dan Kota, 12(1), 77–91.

Pratiwi, A., & Rahardjo, B. (2021). Integration of cultural values in urban green space planning: A case study in Indonesia. Indonesian Planning Journal, 6(1), 33–44. doi:10.14710/ipj.6.1.33-44

Prayitno, A. (2019). Transformasi transportasi tradisional di Yogyakarta: Konflik becak kayuh dan becak motor. Jurnal Transportasi Tradisional, 5(1), 25–39.

Putra, D., Rachmawati, N., & Widodo, S. (2019). Malioboro sebagai destinasi wisata budaya berbasis heritage. Jurnal Pariwisata Budaya, 14(3), 201–217.

Rachmawati, N. (2020). Identitas kawasan wisata Malioboro dalam perspektif tata ruang budaya. Jurnal Arsitektur dan Kota, 12(2), 111–124.

Rahmah, N., Utami, F. D., & Sari, N. W. (2024). Evaluasi pelayanan jalur pedestrian di kawasan Malioboro Yogyakarta. Jurnal Desain Komunikasi, 12(1), 44–55. doi:10.20961/jdk.v12i1.92430

Rangkuti, F. (2015). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Research, 42(6), 837–849.

Setiyono, B., & Akhmad, S. (2018). Infrastruktur hijau dalam perencanaan kota berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 29(3), 201–214. doi:10.5614/jpwk.2018.29.3.5

Sinatra, F., Azhari, D., Asbi, A. M., & Affandi, M. I. (2022). Prinsip pengembangan ruang terbuka hijau kota sebagai infrastruktur hijau di Kota Bandar Lampung. Jurnal Planologi, 19(1), 19. doi:10.30659/jpsa.v19i1.15408

Sudaryono, T. (2020). Infrastruktur hijau dan identitas budaya perkotaan: Studi kasus kawasan heritage Yogyakarta. Jurnal Arsitektur dan Kota, 12(1), 45–58. doi:10.24821/jak.v12i1.3212

Suwondo, A. (2020). Komersialisasi ruang kota dan tantangan otentisitas wisata budaya. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 9(1), 65–80.

Tzoulas, K., Korpela, K., Venn, S., Yli-Pelkonen, V., Kaźmierczak, A., Niemelä, J., & James, P. (2007). Promoting ecosystem and human health in urban areas using green infrastructure: A literature review. Landscape and Urban Planning, 81(3), 167–178. doi:10.1016/j.landurbplan.2007.02.001

UN-Habitat. (2020). The strategic role of cities in sustainable development. Nairobi: United Nations Human Settlements Programme.

UNESCO. (2019). Cultural heritage and tourism development. Paris: UNESCO.

UNESCO. (2023). The cosmological axis of Yogyakarta and its historic landmarks. UNESCO World Heritage Centre. Retrieved from https://whc.unesco.org/en/list/1678/

Wardani, D., Utami, A., & Nugroho, R. (2024). Thermal comfort assessment in Malioboro pedestrian areas, Yogyakarta. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1381(1), 012034. doi:10.1088/1755-1315/1381/1/012034

Yuniarti, D., Setyawan, A., & Lestari, H. (2023). Pendekatan penelitian kualitatif dalam studi tata ruang perkotaan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(2), 115–128. doi:10.14710/pwk.192.115-128

Yuniarti, P., Wianti, W., & Rini, R. S. (2023). Metode penelitian sosial. Penerbit NEM.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

Infrastruktur Hijau sebagai Strategi Pelestarian Budaya Jawa di Kawasan Wisata Malioboro. (2026). Zoning: Journal of Urban and Regional Planning, 3(1), 15-30. https://doi.org/10.33019/9n0w4n29

Artikel Serupa

1-10 dari 12

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.