Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, PDRB dan Belanja Daerah Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten Bangka
DOI:
https://doi.org/10.33019/0xkhq490Kata Kunci:
Belanja Daerah, Jumlah Penduduk, Pajak Daerah, PDRBAbstrak
Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui proses yang berkelanjutan, dengan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pembiayaan pembangunan. Otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola urusan pemerintahan, termasuk sumber pembiayaan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi pajak daerah, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Bangka, dengan fokus pada jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan belanja daerah. Berdasarkan data time series selama 10 tahun (2014-2023), analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan penerimaan pajak daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk (X1) memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di Kabupaten Bangka, dengan kontribusi sebesar 77%. Hal ini berarti bahwa variasi penerimaan pajak daerah dapat dijelaskan sebagian besar oleh jumlah penduduk. Dengan demikian, jumlah penduduk menjadi faktor utama yang mempengaruhi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Bangka.
Referensi
Adisamita, R. (2010). Pembangunan Kota Optimum, Efisien dan Mandiri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Asteria, B. (2015). Analisis Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Jurnal Riset Manajemen, 2(1), 51-61.
Eriyanto, Y. D. (2006). Pengelolaan Sumber Air bersih secara Partisipatif di Gunung Merbabu. Semarang: Tugas Akhir tidak diterbitkan. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2024). Diambil kembali dari djpk.kemenkeu.go.id: https://djpk.kemenkeu.go.id/?ufaq=apa-saja-sumber-sumber-pendapatan-daerah
Lawrence, R. J. (2003). Human ecology and its applications. Science Direct, 31-40.
Maznawaty, E. S., Ilat, V., & Elim, I. (2015). Analisis Penerimaan Pajak Daerah Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Maluku Utara. Jurnal EMBA, 3(3), 906-915.
Sari, M. S., & Zefri, M. (2019). Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman Pegawai Negeri Sipil Beserta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Terhadap Kualitas Pengelola Dana Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Langkapura. Jurnal Ekonomi, 21(3), 308-316.
Setiani, E. A., Domai, T., & Wachid, A. (2014). Kontribusi Pajak Daerah Bagi Pembangunan Infrastruktur Jalan (Studi pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo). Jurnal Adminisitrasi Publik (JAP), 2(3).
Sudariana, N., & Yoedani. (2021). Analisis Statistik Regresi Linier Berganda.
Suharjono, G., R.M, N. B., & Nadiasa, M. (2014). ANALISIS FAKTOR KINERJA PENGELOLAAAN AIR BERSIH PERDESAAN DI KABUPATEN BULELENG. Jurnal Spektran, 28-35.
Thahir, B. (2019). Kebijakan Sosial dan Otonomi Daerah. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 2(2), 91-102.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896-2910.
Wulandari, E., Faturrohman, H., & Widodo, S. T. (2023). Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II SDIT Insan Mulia Semarang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9(5), 1415-1424.

