Sinergi Ekonomi Biru dan Perencanaan Kota Pesisir: Strategi Peningkatan Ekonomi Daerah Berbasis Kelautan
DOI:
https://doi.org/10.33019/wp83er49Kata Kunci:
ekonomi biru, Perencanaan kota pesisir, ekonomi daerah, pembangunan berkelanjutan, ekonomi kelautanAbstrak
Wilayah pesisir Indonesia menyimpan potensi ekonomi kelautan, namun pemanfaatannya belum optimal dan tidak terintegrasi dengan sistem perencanaan wilayah dan kota. Penelitian ini bertujuan mengkaji sinergi antara konsep ekonomi biru (blue economy) dan perencanaan kota pesisir sebagai strategi peningkatan ekonomi daerah berbasis kelautan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur semi sistematis terhadap 22 pustaka inti berupa artikel jurnal terindeks, dokumen kebijakan, dan peraturan perundang-undangan terbitan tahun 2021 sampai 2025, dengan pengecualian bagi rujukan konseptual dasar, yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, ekonomi biru menjadi motor penggerak ekonomi daerah pesisir melalui perikanan berkelanjutan, akuakultur, pariwisata bahari, dan energi laut terbarukan, meskipun literatur memperingatkan risiko ketidakadilan distribusi manfaat. Kedua, integrasi ekonomi biru ke dalam instrumen perencanaan ruang, khususnya tata ruang wilayah pesisir dan perencanaan ruang laut, menjadi prasyarat agar pertumbuhan ekonomi kelautan tidak menimbulkan konflik pemanfaatan ruang dan degradasi ekosistem. Ketiga, penguatan ekonomi daerah berbasis kelautan memerlukan strategi pendukung berupa hilirisasi produk kelautan, pemberdayaan UMKM pesisir, inovasi pembiayaan biru, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual sinergi tiga pilar dan merekomendasikan langkah kebijakan operasional bagi pemerintah daerah pesisir, termasuk pengintegrasian muatan ekonomi biru dalam rencana tata ruang serta pembentukan forum koordinasi lintas sektor kelautan daerah.
Referensi
Badan Informasi Geospasial. (2024, December). Pulau Indonesia Bertambah Jadi 17.380, Mengapa Angkanya Berubah Setiap Tahun Retrieved from https://sipulau.big.go.id/news/11
Bennett, N. J., Blythe, J., White, C. S., & Campero, C. (2021). Blue Growth and Blue Justice: Ten Risks and Solutions for the Ocean Economy. Marine Policy, 125, 104387. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2020.104387
Cisneros-Montemayor, A. M., Moreno-Báez, M., Reygondeau, G., Cheung, W. W. L., Crosman, K. M., González-Espinosa, P. C., … Ota, Y. (2021). Enabling Conditions for an Equitable and Sustainable Blue Economy. Nature, 591(7850), 396–401. https://doi.org/10.1038/s41586-021-03327-3
Donesia, E. A., Widodo, P., Saragih, R. J. H., & Widodo, S. P. (2023). Konsep Blue Economy dalam Pengembangan Wilayah Pesisir dan Wisata Bahari di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 1950–1959. https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5548
Evans, L. S., Buchan, P. M., Fortnam, M., Honig, M., & Heaps, L. (2023). Putting Coastal Communities at the Center of a Sustainable Blue Economy: A Review of Risks, Opportunities, and Strategies. Frontiers in Political Science, 4, 1032204. https://doi.org/10.3389/fpos.2022.1032204
Hastuti, Muhidu, A., Rastin, & Mokodompit, E. A. (2023). Indonesia’s Marine Economic Potential as a Maritime Country. International Journal of Science, Technology & Management, 4(4), 813–825. https://doi.org/10.46729/ijstm.v4i4.897
Irhamni, M. R., & Astuti, W. B. (2024). Spatial Blue Economy: Coastal Tourism Efficiency as an Application of Blue Economy in Jepara Region, Central Java, Indonesia. Economic and Social of Fisheries and Marine Journal, 12(1), 29–43. https://doi.org/10.21776/ub.ecsofim.2024.012.01.03
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2025, November). Pangan Biru Solusi Penuhi Gizi Masyarakat Menuju Indonesia Emas. Retrieved from https://kkp.go.id/news/news-detail/pangan-biru-solusi-penuhi-gizi-masyarakat-menuju-indonesia-emas-Og1Q.html
Kementerian PPN/Bappenas. (2023). Indonesia Blue Economy Roadmap. Jakarta. Retrieved from https://perpustakaan.bappenas.go.id/e-library/file_upload/koleksi/migrasi-data-publikasi/file/Unit_Kerja/Dir%20Industri%2C%20Ekonomi%20dan%20Kreatif/Dummy_Indonesia%20Blue%20Economy%20Roadmap_Ebook.pdf
Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Indonesia Blue Economy Roadmap: Second Edition. Jakarta. Retrieved from https://perpustakaan.bappenas.go.id/e-library/file_upload/koleksi/dokumenbappenas/konten/Upload%20Terbaru/EBOOK%20ENG%2017102024_Indonesia%20Blue%20Economy%20Roadmap-2nd%20Edition.pdf
Khoiriyah, A. Z. (2024). Implementasi Ekonomi Biru di Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 1331–1356. https://doi.org/10.31955/mea.v8i2.4161
Kobayashi, M. (2023). Promoting Sustainable Fisheries and Aquaculture: Enabling Policies, Innovation and Challenges for Achieving Sustainable Blue Economies in Ambon, Maluku Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1207(1), 12006. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1207/1/012006
Nurqalbi, A. (2024). Economy Blue sebagai Pilar Pembangunan Sosial Ekonomi di Kabupaten Bulukumba. Journal of Community Development, 3(3), 46–56.
Pauli, G. (2010). The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. Paradigm Publications.
Pournara, A., & Sakellariadou, F. (2022). Development of a Protocol for a Sustainable Blue Economy in the Coastal Zone: Case Study and Preliminary Results in a Coastal Industrial Area in the Eastern Mediterranean. Sustainability, 14(16), 10323. https://doi.org/10.3390/su141610323
Rashed, A. H., & Shah, A. (2021). The role of private sector in the implementation of sustainable development goals. Environment, Development and Sustainability, 23(3), 2931–2948. https://doi.org/10.1007/s10668-020-00718-w
Republik Indonesia. (2007a). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Republik Indonesia. (2007b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.
Sumarmi, Kurniawati, E., & Aliman, M. (2020). Community Based Tourism (CBT) to Establish Blue Economy and Improve Public Welfare for Fishing Tourism Development in Klatak Beach, Tulungagung, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosites, 31(3), 979–986. https://doi.org/10.30892/gtg.31307-530
Ujianti, R. M. D., Burhanuddin, A., & Novita, M. (2024). Blue Economic Analysis in Coastal Areas of the Indonesian Java Sea Based on Fisheries. Advances in Agriculture, 2024, 5550622. https://doi.org/10.1155/2024/5550622
Voyer, M., Quirk, G., McIlgorm, A., & Azmi, K. (2018). Shades of Blue: What Do Competing Interpretations of the Blue Economy Mean for Oceans Governance? Journal of Environmental Policy & Planning, 20(5), 595–616. https://doi.org/10.1080/1523908X.2018.1473153
Wuwung, L., Croft, F., Benzaken, D., Azmi, K., Goodman, C., Rambourg, C., & Voyer, M. (2022). Global Blue Economy Governance: A Methodological Approach to Investigating Blue Economy Implementation. Frontiers in Marine Science, 9, 1043881. https://doi.org/10.3389/fmars.2022.1043881
Zhang, Y., & Su, Y. (2024). Towards a Sustainable Future: Exploring Innovative Financing Models for Renewable Energy. MEDAAD, 2024, 34–40. https://doi.org/10.70470/MEDAAD/2024/006

